_

Tampilkan postingan dengan label kaum kuffar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaum kuffar. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 24, 2008

Menlu Israel Kesal Para Menteri Negara Arab Tolak Berjabat Tangan



Ada cerita yang tersisa dari Konferensi Annapolis yang berlangsug tanggal 27 November lalu di Maryland, AS. Menlu Israel Livni ternyata merasa tidak nyaman karena para menteri luar negeri negara-negara Arab yang hadir di konferensi itu menolak berjabat tangan dengannya.

Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan televisi Israel Channel 2. Ia mengungkapkan bagaimana menteri luar negeri Arab Saudi dan Suriah menolak berjabat tangan dengannya. Ketika ditanya oleh pewawancara apakah ia berusaha untuk berinteraksi dengan kedua menteri itu, Livni menjawab, "Saya tidak pernah memaksa siapa pun yang menolak bicara dengan saya... "

Namun, menurut Washington Post, dalam pertemuan tertutup Livni yang merasa frustasi dengan sikap para menlu negara-negara Arab sempat menanyakan mengapa mereka menolak berinteraksi dengannya.

"Mengapa tak ada seorang pun yang mau berjabatan tangan dengan saya? Mengapa tidak ada seorang pun yang kelihatannya mau bicara dengan saya?" tanya Livni.

Washington Post menulis, pertanyaan Livi itu sebenarnya ditujukan pada Menlu Saudi Saud al-Faisal yang memang menolak berjabat tangan dengan Livni.

Menteri belanda bidang hubungan Eropa Frans Timmermans menambahkan, dalam pertemuan tertutup itu Livni bahkan sempat meminta agar menteri-menteri negara Arab tidak mempelakukannya seperti orang dari kasta yang rendah. Ia membenarkan bahwa para menteri negara-negara Arab memang menghindari Livni dalam Konferensi Annapolis. "Mereka (para menteri negara-negara Arab) menjauhi Livni seolah-olah Livni itu adik perempuan dari seorang pangeran Drakula, " ujar Timmermans.

Sebelum pelaksanaan konferensi, Menlu Saudi Saud al-Faisal memang sudah mengatakan bahwa ia tidak akan mau bersalaman dengan siapa pun wakil dari Israel selama konferensi berlangsung. Alasannya, hal-hal semacam itu hanya menunjukkan "sikap pura-pura. " (ln/albwb)



Baca Selengkapnya...

Jumat, September 12, 2008

Seminar ZIONIS-KRISTEN Serukan Seluruh Bangsa YAHUDI Hijrah Ke PALESTINA!


Seminar ZIONIS-KRISTEN Serukan Seluruh Bangsa YAHUDI Hijrah Ke PALESTINA!
Selasa, 09 September 08

Seminar pertama Zionis-Kristen di Swiss menuntut kepada mereka yang mengaku sebagai umat kristiani yang beriman perlunya untuk lebih bekerja keras membantu ISRAEL dalam menghadapi tantangan-tantangan yang mengancam eksistensinya.

Seminar itu berlangsung selama tiga hari dari tanggal 5 hingga 7 bulan September ini, dengan tema ‘Kembalinya ISRAEL.’ Seminar ini diprakarsai oleh sembilan organisasi di Swiss yang berhaluan protestan ekstrem.

Dalam pernyataan akhir, seminar itu menegaskan dukungan terhadap proyek yang bertujuan mensugesti proses ‘hijrah’nya seluruh bangsa Yahudi di dunia ke negeri Ibrani di mana batasnya haruslah mencakup ISRAEL yang berpedoman kepada Taurat.

Berangkat Dari Swiss

Sementara itu, dubes ISRAEL untuk Swiss, Ilan Pilgrim mengajak para pendukung ISRAEL perlunya memperluas cakupan seminar-seminar zionis semacam itu sehingga meliputi juga negara-negara Eropa yang berbeda-beda. Ia mengingatkan, Theodore Hertzl pernah menyampaikan seruan pertamanya juga dari Swiss sejak lebih dari satu abad yang lalu, dan apa yang dirancangnya itu kini telah terealisasi. Ilan memuji seminar tersebut dan dalam sambutannya, ia mengatakan, dirinya tengah meresmikan fase baru di waktu di mana banyak sekali seruan-seruan musuh untuk melenyapkan Israel. Demikian seperti yang diklaimnya.

Kembalinya Bangsa Yahudi Dan al-Masih

Sementara itu, seorang profesor di Universitas Zurich, Edward Biden, yang juga ahli mengenai sekte-sekte Kristen-Yahudi-Fundamentalis mengatakan, “Sesungguhnya kelompok Zionis-Kristen menyebar di seluruh dunia, di mana di Amerika sendiri, para pengikutnya mencapai 60 juta orang. Mereka berpedoman kepada teks-teks Taurat dan Injil dengan tujuan mengumpulkan seluruh bangsa Yahudi di dunia ke ‘Bumi yang dijanjikan.’ Hal itu, demi mewujudkan ramalan yang pernah ada di akhir masa teolog Johannes, yang isinya, “Sesungguhnya akhir dunia ini akan terjadi setelah perang Armageddon, yang diyakini sebagian orang bahwa ia terjadi di kawasan selatan Nazareth, yang sekarang disebut Megiddo. Dan setelahnya, al-Masih akan kembali.”

Seperti diketahui, kebanyakan tokoh politik Amerika meyakini ramalan yang mengaitkan kembalinya al-Masih dengan dikumpulkannya bangsa Yahudi di bumi Palestina ini. (ismo/AS)
Al-Sofwah.or.id

Baca Selengkapnya...
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template