_

Sabtu, Januari 17, 2009

Berakhir sudah

Berakhir sudah libur semester sepekan ini. Kembali kukemas barang-barangku, besok harus pergi lagi ke Samarinda, pergi lagi ke asrama yang kini menjadi rumah keduaku (memang aku punya rumah? Kerja aja belum)

Kembali memulai pertarungan panjang menjadi seorang pelajar. We will not go down, without fight
Bismillah... Allahu akbar!

Sangatta.... jangan menantiku! Meski ada ruang rindu untukmu,,

Baca Selengkapnya...

Jumat, Januari 16, 2009

Asah pedangmu untuk sembelih Kebathilan

Huh...
Marah aku jadi marah
Ketika merah darah menyelimuti
kota tua yang suci

Anjing-anjing Zionis najis, menapakkan kaki kotornya ke masjidku
Ingin, kupisahkan kepala mereka dari tubuhnya
lalu aku tertawa...
membawa sebilah pedang terhunus

Hah! Munafik!
Media goblok menjamur seantero dunia
memutar balikkan fakta, menebar fitnah
Tv, koran, majalah, bicara HAM
HAM jadi tameng para sipilis bengis murahan
untuk menggerogoti Ummat Islam

Tahu apa mereka tentang HAM?
ketika Yahudi meminum darah rakyat Palestina dibilang melawan teroris,
ketika gelombang melawan penjajah dibilang teroris,

Munafik! mana si munafik?
yang di KTPnya ISLAM
tapi khianatnya bikin gerah orang beriman

Ketika Al-Qur'an dan sunnah dibela, dibilangnya Radikal, fundamentalis
Ketika jenggot dan salam bertebaran dibilang ekstrimis, fanatik,
Ketika lisan menyeru Jihad membela darah kaum Muslimin dan para mujahidin dibilang teroris

Maka kamus mana yang sekarang benar?
Siapa yang bodoh, butta, dan tuli?

Maka saksikanlah mulai saat ini, aku Radikal, Fundamentalis, aku Fanatik, Ekstrimis Islam, dan aku teroris menurut versi kalian

Yoo kita lihat lagi reporter suapan angkat bicara
mereka diskusi sok tahu
sok jadi moderator debat di TV
ambil kesimpulan nyeleneh

dibilangnya HAMAS bikin Palestina sengsara
gara-gara ga mau damai.
Damai dengan siapa? dengan Maling?Perampok ?Israel?
hah! lucu!!

Ketika tamu dirumahmu menodongmu,
mencoba mengusirmu,
dan menguasai milikmu,
maukah kau damai? membagi dua rumahmu?

Hah! bodohnya!!
Maka tidak ada kata damai untuk kera-kera Yahudi
Hanya hunusan pedang dan mengangkat senapan yang bisa kita lakukan
itulah bahasa mereka,
yang tak malu, setiap hari bunuh bayi-bayi
mereka takut, bayi-bayi itu nanti jadi teroris...

Meratapi raga-raga lugu yang dibodohi
realita umat yang kian terpuruk
karena disuguhi hidangan-hidangan syahwat
yang made in barat
yang katanya biar ga ketinggalan jaman!
huh! Jijik!

Ayo tertawalah Kaum kuffar dan munafiqun diseantero dunia..
tertawa sepuasnya
sebentar lagi mulutmu kubelah pakai belatiku
kerongkonganmu akan berlubang
menyemburkan cairan merah yang indah

Lihatlah!
ada orang2 yang kalian bilang teroris, radikal, fundamentalis, fanatik, ekstrimis
mereka akan semakin banyak
memenuhi hari-harimu
dan membuatmu selalu gelisah
tak tenang tidurmu
mati kamu!

Yoo...
Pemuda yang ngaku ISlam! jangan cuma bisa nonton MTV
Jangan cuma ngoret harta bapakmu untuk beli bir bintang yang katanya 0 % alkohol
Jangan cuma bisa beli kado valentine isinya ayam gepuk McD
Bisanya cuma denger lagu cengeng melankolis murahan
yang bikin nangis meringis
Majalah yang isinya mirip kebun binatang jadi pegangan

Lihatlah di luar diskotik dan bar tempatmu nongkrong!
Ada sekumpulan Pemuda, yang ga hanya ngaku Islam!
Mereka bersatu padu,
Menuju Ridho Allah
melakukan perniagaan terbaiknya

meninggalkan dunia,
jangankan mikir MTV, lagu cengeng dah mereka hapus permanent dari hardisk PC nya
Al-Qur'an dan Sunnah jadi pedoman hariannya
Nasyid haroki menyegarkan semangatnya,
Yah! bacaannya ga nyangkut romantika konyol murahan,
Ilmu Syar'i pelajaran utama!
Ya! Ilmu tempur juga dibaca,

Mereka sama sekali suka,
suka,
Bangga!
bangga dibilang radikal, fundamental, setelah Qur'an dan Sunnah jadi pedomannya
Bangga dibilang fanatik, ekstrimis, ketika menampakkany Jati diri Muslimnya
Bangga dibilang Teroris, ketika mulai bicara revolusi, jihad, dan penghancuran kebathilan






Baca Selengkapnya...

Kamis, Januari 15, 2009

Song For Gaza

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Baca Selengkapnya...

Sabtu, Januari 10, 2009

MEREKA MEMBANTAI SAUDARA KITA!

14 hari. Hanya 14 hari!, Sejak Israel memborbardir Gaza. Lebih dari 600 orang tewas, termasuk di antaranya anak-anak, wanita dan orang tua, ribuan lainnya yang luka. Yahudi-Yahudi itu tengah membantai saudara Muslim kita dan ingin mengubur Palestina.

Bagaikan anjing yang terus menggonggong. Israel terus saja melakukan aksi pembantaian secara keji itu. Mereka sama sekali tak peduli pada dunia. Karena, mereka sudah memegang kartu truf: AS, negara adidaya yang sejatinya sudah bangkrut itu ada d belakang mereka. Begitulah, usai menarik pelatuk dan menghantamkan roket, Israel hanya tinggal bertepuk tangan. Sementara, Muslim Palestina Gaza tercecer, bukan hanya antara diri dengan keluarga, tapi sudah lebih dari itu, badan dengan badan, dan badan dengan jiwa. Dan, negara-negara Arab, yang ada disebelahnya hanya menonton tragedi pembantaian.

Sementara kita jauh dari Palestina, apa yang harus dan bisa kita lakukan? Rasulullah suatu kali bersabda, “Bahwasanya perumpamaan orang-orang muslim itu ibarat satu orang (satu jasad) apabila salah satu bagian disakiti maka seluruhnya akan merasa sakit.” (HR Imam Ahmad bin Hanbal). Sungguh, Yahudi tengah membantai saudara kita di Gaza.










Tank besar Israel bersiap memasuki Gaza. Bersiap memulai pembantaian keji atas umat manusia di dunia.











Seorang lelaki membawa mayat ayahnya yang renta yang telah tewas.










Semuanya roboh, Yang tersisa hanya gedung ini, dan ia pun akan segera ambruk. Gedung lain di sekelilingnya telah rata dengan tanah dihantam puluhan roket Israel biadab!










Bahkan kain kafan pun tak ada untuk menutupi tubuh para syuhada.










Rumah sakit tak ada beda dengan tempat lain. Tak ada dokter, obat-obatan, ataupun peralatan kesehatan. Yang ada hanya gemlimpangan orang terluka dan bersimbah darah.











Seorang ayah menangisi anak lelakinya. "Ya Allah, Israel harus membayar semua ini dengan kemenangan Islam!"










Darah, darah, darah, hanya darah syuhada yang menggenangi bumi Gaza.











Biar tertimbun reruntuhan dan terkubur puing, mayat seorang Muslim tetap harus diurus selayaknya.









Mayat para syuhada.











Seorang pemuda terkulai. Ia menghembuskan nafas terakhirnya, salah satu saksi biadabnya Yahudi.











Dengan beringas dan sadis, tanpa kenal rasa, seorang tentara Yahudi mengejar bocah Palestina yang lugu dan polos.










Setiap malam, setelah melakukan penyerangan, Yahudi-yahudi biadab itu berpesta, bernyanyi di atas bumi Gaza yang penuh gelimpangan mayat warga Palestina dan genangan darah syuhada.










Dimana,... dimana ayah dan ibu kami?










Tentara Israel memasuki Gaza yang kosong dan hancur. Muka mereka dingin, siapa saja orang Palestina yang terlihat, dor!, mereka menembaknya. Teroris!











"Tapi ini tanah kami, walau luka dan mati tertanam di sini..." Bocah Palestina ikut berjuang mengusir penjajah laknat Yahudi.









Di antara tanah yang terbakar, dan reruntuhan yang berdebu tebal, mayat-mayat syuhada tertimbun.










Anak-anak berlari menghindari serangan Israel. Bagi mereka, pagi di Palestina bukan tentang pergi ke sekolah, dan atau sarapan minum susu.

















Sanngupkah kau bertahan bocah pemberani?










Bahkan mereka tak peduli pada wanita yang berteriak ketakutan karena salakan senjata mereka.










Gaza telah remuk, dan Palestina tengah terkubur. Tapi kami tetap terus berjuang.

Sekali lagi, mereka, Yahudi-yahudi itu tengah membantai saudara-saudara kita? Apa yang telah kita lakukan? Selamatkan Palestina!


eramuslim.com

Baca Selengkapnya...

MEnjelang


Baca Selengkapnya...
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template